Menggapai Kemenangan

Ikhwah fiddin, arsyadakumullah.

Allah meletakkan kemenangan, kejayaan, kebahagiaan itu ketika seseorang berada dalam keadaan hati yang bersih.

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا

Sungguh beruntung orang-orang yang membersihkan jiwanya. (QS Asy-Syams: 9)

Sebagaimana Allah juga meletakkan penderitaan, kesengsaraan, kerugian itu ketika seseorang mengotori hatinya. Mengotori jiwanya.

وَقَدۡ خَابَ مَنۡ دَسّٰٮهَا

Sungguh merugi orang-orang yang mengotori jiwanya. (QS. Asy-Syams: 10)

Karenanya bagi siapa yang ingin mendapatkan keberhasilan, kemenangan, kejayaan, hendaklah dia membersihkan jiwanya.

Al falah itu adalah bermakna as sa’adah kebahagiaan. Al falah bermakna an-najah, keberhasilan dengan pengertian husulul maksud apa yang dituju akan tercapai dan apa yang ditakuti akan terhindari. Kemudian makna al falah selanjutnya adalah al fauz. Yakni kemenangan, kejayaan. Baik kemenangan seseorang dalam memerangi hawa nafsunya, kemenangan dalam menghadapi musuh-musuh yang nyata maupun yang tidak tampak, baik dari golongan setan jin setan manusia maupun kemenangan dengan mendapatkan apa yang dia telah harapkan dan kehendaki maupun cita-citakan ketika di akhirat.

Ramadhan merupakan moment yang sangat tepat untuk membersihkan jiwa. Karena Allah telah menyediakan didalamnya ruang, alat, kondisi yang memungkinkan manusia, kaum muslimin untuk mensucikan jiwanya. Untuk membersihkan hatinya.

Bagaimana tidak, ketika seorang muslim dia untuk mendapatkan kebersihan jiwa itu dengan melakukan ketaatan pada bulan ramadhan Allah mudahkan segala jenis ketaatan dengan dibukanya pintu-pintu jannah. Dilipatkan pahala orang-orang yang mengamalkan ketaatan. Dan ketika kaum muslimin ingin mendapatkan kebersihan hati dengan meninggalkan perkara-perkara dosa dan maksiat pada bulan ramadhan pintu-pintu neraka ditutup. Gairah orang untuk melakukan kemaksiatan relatif turun sangat drastis. Dan ketika kaum muslimin dia hendak melakukan ketaatan atau meninggalkan maksiat harus menghadapi musuh yang paling berat yakni musuh dari golongan setan maka pada bulan ramadhan Allah membelenggu setan yang tidak tampak

“إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين” رواه البخاري ومسلم واللفظ له

Apabila ramadhan datang, maka pintu-pintu jannah dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.

Maka, tinggal satu lagi tantangan bagi kaum muslimin pada bulan ramadhan yakni perang melawan hawa nafsu. Karena terjadinya kemaksiatan, karena terhalangnya ketaatan itu disebabkan karena adanya dorongan hawa nafsu yang ia cenderung kepada keburukan.

Untuk menghadapai hal ini maka Allah pun memberikan alat yang luar biasa kepada kita yakni memprogramkan untuk kita menjalankan shiyam

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Puasa itu adalah junnah. Perisai. Perisai dari dorongan hawa nafsu, dari berbuat maksiat. Dari berbuat dosa hingga ia nantinya juga menjadi junnah, perisai, ketika nanti di neraka.

Shiyam mengharuskan kita hidup sesuai dengan aturan. Bukan hidup sesuai dengan keinginan. Bahwa, pada siang hari kita merasakan haus dan kita ingin seandainya ada air segar yang kita minum, akan tetapi karena kita shiyam maka kita harus mengendalikan nafsu kita. Memupus keinginan kita sampai nanti datangnya waktu berbuka. Bahwa pada siang hari perut kita merasakan lapar, kita ingin makan tetapi kita harus tunduk. Bahwa sebelum sampai waktu berbuka yang telah ditetapkan maka kita tidak akan membatalkan apa yang telah menjadi niatan shoum kita. Ketika selama 30 hari, 1 bulan lamanya kaum muslimin terlatih dengan riyadhah yakni tamrinun nafsi ‘ala qobuulil haq melatih jiwa untuk senantiasa tunduk dengan kebenaran maka pada saat itulah kebersihan hati akan didapatkan dan kemudian hasil buah dari kebersihan hati berupa kemenangan akan didapatkan.

Inilah rahasia kemenangan yang didapat oleh kaum muslimin sejak Nabi Muhammad SAW hingga in syaa Allah akhir zaman nanti. Kita dapati bahwa kemenangan di perang badar. Dimana itu merupakan perang yang luar biasa. Disebut dengan perang Badar al-Kubra karena kaum muslimin harus menghadapi musuh yang berlipat jumlahnya tetapi Allah menangkan dan itu ketika pada bulan ramadhan. Terjadi pada tahun 2 hijriyah.

Begitupun dengan fathul makkah. Kemenangan dakwah ketika itu karena pada saat Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat masuk ke Mekah hingga kemudian mereka menyerah. Dan itu juga terjadi pada bulan Ramadhan di tahun ke 8 hijriyah. Hingga kemudian manusia masuk ke dalam islam secara berbondong-bondong.

Dan begitu pun pada perjalan berikutnya sepeninggal Rasulullah pahlawan-pahlawan islam, mereka mendapatkan kemenangan-kemenangan banyak terjadi pada bulan ramadhan. Diantaranya adalah perang Ain Jalut yang terjadi pada tahun 658 hijriyah.

Begitulah kemenangan didapat pada bulan ramadhan. Rahasianya adalah ketika pada bulan ramadhan kaum muslimin, dia membersihkan jiwanya yang disitulah terletak kemenangan, keberhasilan dan juga kebahagiaan. Siapapun yang mendambakan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, siapapun yang mendambakan cita-citanya terkabulkan dan terhindar dari segala bentuk keburukan yang dia ingin hindari. Dan siapapun juga yang ingin memenangkan musuh yang tampak maupun yang tidak tampak, maka hendaklah membersihkan jiwanya. Dan ramadhan tahun ini mudah-mudahan menjadikan kita betul-betul mendapatkan kemenangan yang hakiki. Kemenangan di dunia dan juga kemenangan di akhirat.

Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *